Protected by Copyscape Kamu Divonis Autoimun? Tenang!! Dia Tidak Akan Membunuhmu --> Skip to main content

Kamu Divonis Autoimun? Tenang!! Dia Tidak Akan Membunuhmu





Yuk kenalan sama penyakitku gengs!!

Penyakit autoimun adalah situasi ketika sistem imun menyerang tubuh sendiri. umumnya imun menjaga tubuh dari serangan organisme asing, seperti kuman dan virus, tetapi pada penderita autoimun sistem imun melihat sel tubuh yang sehat sebagai musuh. Yang menyebabkan sistem imun memproduksi protein yang disebut autoantibodi yang menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Penyebab Autoimun

Hingga zaman modern ini belum diketahui penyebab pasti penyakit autoimun. Tetapi beberapa faktor dibawah ini disebut-sebut menambah resiko seseorang menyandang penyakit autoimun

Golongan: Penyakit autoimun sering menyerang golongan tertentu. Contoh, diabetes tipe 1 yang banyak di derita orang Eropa, dan lupus yang sering terjadi pada golongan Afrika-Amerika dan Amerika Latin.

Gender: Wanita cenderung lebih mudah terserang autoimun. Autoimun diduga timbul saat masa-masa kehamilan.

Lingkungan: Tidak nisa dipungkiri bahwa autoimun berpeluang ada pada kondisi lingkungan dengan paparan sinar matahari menyengat, bahan kimia, serta infeksi virus, kuman dan bakteri.

Klan keluarga: Bukan hal yang mustahil jika klan keluarga bisa menurunkan penyakit ini pada keturunannya. Namun anda jangan pernah berpikir untuk menyalahkan mereka ya guys.

Gejala awal autoimun

➡️ Letih
➡️ Otot Kaku
➡️ Kulit memerah
➡️ Rambut menipis
➡️ Demam ringan
➡️ Susah konsentrasi
➡️ Kaki dan tangan sering kesemutan

Gejala tersebut dapat timbul tiba-tiba (flare) terutama saat dipicu oleh paparan sinar matahari dan stress yang berlebih.

Lebih dari 80 penyakit disebut merupakan cabang dari autoimun dan masing-masing penyakit pinya ciri khas, misalnya sering haus, letih dan penurunan berat badan yang dipicu oleh diabetes tipe 1.

Contoh beberapa cabang penyakit yang timbul akibat autoimun:

👉 Lupus
👉 Penyakit Graves
👉 Hipoglikemia
👉 Psoriasis
👉 Multiple Sclerosis
👉 Myasthenia Gravis
👉 Epidemolisis Bullosa
👉 Tiroiditis Hashimoto
👉 Kolitis Ulseratif dan Crohn's disease
👉 Rheumathoid Arthritis
👉 Sindrom Guillain-Barre

Diagnosa autoimun

Meskipun penyakit ini punya ciri khusus namun dokter cukup kesulitan untuk mendiagnosanya. Karena itu dokter perlu melakukan tes ANA (Antinuclear Antibody) dan tes lainnya untung mengetahui tingkat radang pada pasien.

Pengobatan autoimun

Hingga era Covid19 ini belum ada obat yang pas untuk penyakit autoimun. Pengobatan autoimun harus disesuaikan dengan tingkat keparahan pasien. Dokter awalnya hanya meresepkan aspirin dan ibuprofen untuk menekan gejala flare

Untuk pasien autoimun yang punya riwayat diabetes tipe 1 dan tiroiditis disarankan menjalani terapi suntikan insulin sebagai pengganti hormon jika pasien mengalami terhambatnya produksi hormon dalam tubuh.

Obat penunjang lainnya berupa dexamethasone yang berguna untuk menghambat perkembanga penyakit dan menjaga fungsi organ tubuh dan infliximab untuk mengurangi tingkat peradangan akibat rheumathoid arthritis dan psoriaris.

Autoimun berpotensi menghabiskan biaya yang menguras tabungan karena memerlukan tindakan berkelanjutan. Oleh sebab itu tidak salahnya jika anda mendafkarkan diri sebagai member asuransi kesehatan mulai dari sekarang.


Support by:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar