--> Skip to main content

Pocong Disekitarmu





Pocong sangat terkenal sebagai hantu asli Indonesia, sosoknya berbalut kain putih yang konon merupakan kain kafan, berbentuk serupa guling tetapi mempunyai wajah. Pocong merupakan hantu yang sangat popular untuk dijadikan
tokoh dalam film horror di Indonesia. Bahkan kepopulerannya bisa disandingkan dengan hantu kuntilanak, lo! 

Berikut beberapa cerita seram tentang pocong. Kalau kau mulai merasa takut, ajak teman saat membacanya ya? 

Pocong Pemburu
Bayi dikampung Suka mulya, Bekasi. Sepasang suami isteri pernah melihat sesosok pocong bermata merah muncul di dalam
rumah dan mendekati bayi mereka yang sedang tidur tanpa penjagaan. Untungnya bayi mereka dapat diselamatkan karena
pocongitu tiba-tiba menghilang saat suami isteri tersebut berteriak meminta bantuan. Banyak yang menduga kalau pocong
tersebut adalah jadi-jadian dari seseorang yang sedang mendalami ilmu hitam. 

Teror Pocong disekitarmu di Pangkep,
Sulawesi Selatan Alkisah Bahar sedang santai di dalam rumah ketika terdengar suara ketukan di pintu rumahnya. Dia lalu membuka pintu dan ternyata tidak ada orang di depan pintu. Bahar pun menutup pintu kembali. Tak lama muncul ketukan
yang kedua, dan ketika Bahar membuka pintu lagi, alangkah terkejutnya ia melihat sesosok pocong berwajah mengerikan
berdiri tegak di depannya. Sontak Bahar berteriak ketakutan. Anehnya bersamaan dengan teriakan Bahar, pocong itu pun
langsung menghilang. Teror pocongini masih berlangsung selama berhari-hari. Bukan hanya Bahar yang mengalaminya, akan
tetapi sebagian besar tetangganya pun mengalami teror yang sama. Sebagian besar penduduk merasa yakin bahwa itu
sebenarnya adalah makhluk jadi-jadian dari manusia yang sedang mendalami ilmu pesugihan. 

Demikianlah beberapa kisah
pocong disekitarmu. Perlu diingat bahwa menurut Islam, pocong sebenarnya merupakan jelmaan jin yang menakut-nakuti
untuk melemahkan hati manusia. Sebagai umat beragama kita tidak boleh merasa takut kepada jin maupun jelmaannya,
karena rasa takut kita hanyalah kepada Allah SWT dan hanya kepada Allah kita berlindung dan memohon pertolongan.


Artikel ini dipersembahkan oleh: 

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar