--> Skip to main content

Penuhi Kebutuhan Zat Besi Anda Dengan Sakatonik Liver

Pengertian Sakatonik Liver

Sakatonik Liver bermanfaat untuk mengatasi anemia akibat kekurangan zat besi. Selain itu, Sakatonik Liver juga berfungsi untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral pada ibu hamil.

Sakatonik Liver merupakan suplemen multivitamin yang mengandung zat besi, vitamin B, dan mineral lain, seperti mangan, kalsium, dan zinc. Suplemen vitamin dan mineral, seperti Sakatonik Liver, diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan zat-zat tersebut saat asupan dari makanan saja tidak cukup, atau ketika mengalami anemia, sedang hamil, atau sedang menstruasi.


Jenis dan Kandungan Sakatonik Liver

Sakatonik Liver dikemas dalam bentuk kaplet dan sirop kemasan 100 ml dan 310 ml. Sakatonik Liver kemasan kaplet mengandung vitamin dan mineral sebagai berikut:

Sedangkan Sakatonik Liver kemasan sirop mengandung vitamin dan mineral sebagai berikut:

  • Zat besi dalam bentuk lipofer dan ferro gluconate
  • Asam folat
  • Vitamin B1
  • Vitamin B2
  • Vitamin B3
  • Vitamin B12
  • Zinc gluconate
  • Mangan

Apa Itu Sakatonik Liver?

KomposisiZat besi dan vitamin B
GolonganObat bebas
KategoriSuplemen zat besi dan vitamin
ManfaatMengatasi anemia defisiensi zat besi.
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Sakatonik Liver untuk ibu hamil dan menyusuiKategori A: Studi terkontrol pada wanita hamil tidak menunjukkan adanya risiko terhadap janin, dan kecil kemungkinannya untuk membahayakan janin.Ibu hamil perlu mendapatkan asupan zat besi yang cukup. Tanyakan kepada dokter kandungan apakah Anda perlu mengonsumsi suplemen, seperti Sakatonik Liver, selama hamil.

Suplemen ini dapat terserap ke dalam ASI, tetapi kandungan zat besi di ASI tidak dipengaruhi oleh kadar zat besi dalam tubuh ibu.

Bentuk obatKaplet dan sirop

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Sakatonik Liver:

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan yang ada di dalam Sakatonik Liver .
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki kelainan metabolisme zat besi, seperti hemokromatosis.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit diabetes, penyakit liver, dan kolitis.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, dan bahan herbal lain.
  • Bahan-bahan yang terkandung di dalam Sakatonik Liver dapat memengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. Beri tahu dokter jika Anda akan melakukan pemeriksaan laboratorium tertentu.
  • Jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis dan Aturan Minum Sakatonik Liver

Rincian dosis Sakatonik Liver adalah sebagai berikut:

Dosis Sakatonik Liver Kaplet

  • Dewasa: 1 kaplet, sekali sehari.

Dosis Sakatonik Liver Sirop

  • Dewasa: 1-2 sendok makan, 1-2 kali sehari.
  • Anak-anak: 1 sendok makan, 1-2 kali sehari.

Cara Mengonsumsi Sakatonik Liver dengan Benar

Gunakan Sakatonik Liver sesuai aturan pakai yang tertera di kemasan obat atau anjuran dokter. Jangan menambah dosis Sakatonik Liver tanpa petunjuk dari dokter.

Sakatonik Liver dapat dikonsumsi sebelum makan. Namun, jika timbul gangguan pencernaan setelah meminum Sakatonik Liver dalam keadaan perut kosong, minumlah suplemen ini sesudah makan.

Setelah meminum Sakatonik Liver sirop ataupun kaplet, minumlah air putih sebanyak 1 gelas. Sakatonik Liver kaplet harus ditelan sekaligus, jangan dihancurkan atau dikunyah terlebih dahulu.

Simpan Sakatonik Liver dalam suhu ruangan dan di tempat kering yang tidak terkena sinar matahari langsung. Jauhkan Sakatonik Liver dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Sakatonik Liver dengan Obat Lainnya

Bahan yang terkandung di dalam Sakatonik Liver menimbulkan interaksi dan efek samping yang berbahaya jika digunakan bersama chloramphenicol, ciprofloxacin, tetracycline, phenytoin, levodopa, metildopa, dan levothyroxine.

Efek Samping dan Bahaya Sakatonik Liver

Kandungan zat besi dan vitamin B di dalam Sakatonik Liver dapat menimbulkan sejumlah efek samping, di antaranya:

Bahan yang terkandung di dalam Sakatonik Liver dapat menyebabkan munculnya reaksi alergi obat pada beberapa orang. Segera ke dokter jika muncul gejala-gejala alergi, seperti:

  • Ruam yang gatal di kulit
  • Pembengkakan di bagian tubuh tertentu
  • Sulit bernapas

Jimenez et al. (2015). Management of Iron Deficiency Anemia. Gastroenterol Hepatol (N Y). 11(4), pp. 241–250.
Miller JL. (2013). Iron Deficiency Anemia: A Common And Curable Disease. Cold Spring Harb Perspect Med. 3(7), pp. a011866. doi:10.1101/cshperspect.a011866
BPOM (2020). Cek Produk BPOM : Sakatonik Liver.
Drugs (2019). Vitamin B Complex Combinations Tablets and Capsules
Drugs (2019). Ferrous gluconate.
Braunstein, E. MSD Manuals (2019). Red Blood Cell Production
Web MD (2019). Ferrous Gluconate Oral.
Web MD (2018). Vitamins B Complex Oral.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser