--> Skip to main content

Pivot Point

Pivot Point adalah indikator yang digunakan dalam analisis teknikal. Indikator ini terdiri atas pivot tengah, 2 level support (S1 dan S2) dan 2 level resistance (R1 dan R2).

Pivot Point dapat menentukan tren pasar secara keseluruhan dan level resistance dan support berdasarkan penghitungan pivot point. Harga di atas pivot tengah mengindikasikan kekuatan bullish, sedangkan harga di bawahnya menunjukkan kekuatan bearish. Selain itu, S1, S2, R1, dan R2 dapat digunakan sebagai level take profit atau stop loss.

Bagaimana cara menghitung Pivot Point


Indikator Pivot Point menghitung level secara otomatis. Jika Anda menginginkan formulanya, Anda bisa menemukannya di sini.

Kita akan mempertimbangkan harga tertinggi (high) dan harga terendah (low) sebelumnya, jadi Anda harus tahui pivot harian, mingguan, bulanan dan Fibonacci-nya. Sehingga, high dan low akan dipertimbangkan sesuai periodenya.

Pada awal sesi trading, high, low dan harga penutupan sebelumnya digunakan untuk menghitung Pivot Point untuk periode yang dipilih. Langkah selanjutnya ialah menjumlahkan high, low dan penutupan harga, dan membaginya dengan tiga. Ini adalah harga dari pivot tengah. Setelah itu, Anda bisa menghitung support 1, support 2, resistance 1 dan resistance 2.

Support 1 (S1) = (PP x 2) – High Sebelumnya;

Support 2 (S2) = PP – (High Sebelumnya – Low Sebelumnya);

Resistance 1 (R1) = (PP x 2) – Low Sebelumnya;

Resistance 2 (R2) = PP + (High Sebelumnya – Low Sebelumnya).

Ini dikenal sebagai sistem konvensional 5-point

Bagaimana cara menggunakan Pivot Point dalam perdagangan intraday?


Pivot harian digunakan untuk trading intraday pada timeframe M30 dan yang lebih kecil. Pivot ini menggunakan high, low dan harga penutupan hari sebelumnya. Indikator ini diperbarui setiap hari.

Pivot mingguan digunakan untuk trading pada timeframe H1, H4 dan D1. Di sini, high, low dan harga penutupan minggu sebelumnya dibutuhkan. Pivot ini tidak berubah sampai awal minggu berikutnya.

Sama halnya dengan pivot bulanan yang direkomendasikan dalam trading untuk timeframe mingguan.

Pivot Point digunakan secara luas dalam trading berjangka, komoditas, saham, dan pasangan mata uang. Tidak seperti osilator pada umumnya, level ini bersifat statis dan memberikan trader ruang waktu untuk membuat keputusan trading lebih awal.

Pivot Point dapat digunakan sebagai indikator terpisah atau sebagai kombinasi dengan yang lain, seperti Fibonacci retracements atau moving average.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser