--> Skip to main content

Alfawaaid.net

Bismillah.
Berapa ramai manusia yg HAFAL AL-QUR'AN, bahkan bisa menghapal nombor halaman dan nombor ayat yg dibacakannya.
Berapa ramai manusia yg HAFAL HADITS, bahkan lengkap dgn rantaian nama² perawi bg setiap hadits, dr kitab mana hadits tsbt diriwayatkan dan nombor²nya.
Masya Allah.. mmg ini merupakan sebuah keutamaan. Namun apakah ini standar utk mengukur bahwa seorang dikatakan BERILMU dan berhak untuk menuntut ilmu kepadanya??
TIDAK, TIDAK & TIDAK..!!
Krn yg namanya ilmu tdk diukur dengan banyak hapalan & riwayat. Ttp ilmu diukur dengan lurusnya pemahaman & mengamalkan ilmu yg dimilikinya. Inilah standar utk mengukur seseorang yg dikatakan berilmu.
Sekalipun sedikit yg dia hapalkan dr ayat dan hadits namun apa yg dihapalnya dia berupaya utk memahaminya sesuai dgn penafsiran ulama tafsir yg terpecaya, memahami hadits² sesuai dgn syarah pr ulama hadits yg terpecaya & berupaya mengamalkan ilmu yg telah dimilikinya semaksimal mungkin, maka yg seperti inilah yg layak dikatakan seorang yg berilmu.
Seterusnya ILMU tidak boleh dituntut kecuali dr seorang yg dalam & terpecaya ilmu dan agamanya serta telah dikenal keistiqomahannya di atas al haq dan Sunnah.
Maka lihatlah perkara ini dengan pandangan/pemahaman yg jeli. Baarakallahu fiik.
* Tambahan Faedah *
Berkata Al_khawash رحمه الله :
{ ليس العلم بكثرة الرواية، وإنما العالم من اتبع العلم واستعمله واقتدى بالسنن وإن كان قليل العلم. } [انظر: اقتضاء العلم العمل، ص30 ]
“Bukanlah ilmu itu dengan banyaknya riwayat (hafalan), sesungguhnya saja seorang alim (berilmu) adalah orang yang mengikuti ilmu dan menerapkannya dan berteladan dengan sunnah-sunnah (Nabi) walaupun dia seorang yang kurang ilmunya (hapalannya dr ayat atau hadits, red).” [Lihat: iqtidhaul ilmi al_amal, hal:30]
₪ Dari Channel Telegram @salafykolaka
•••
Berkata al-Imam al-Barbahari Rahimahullah:
{ واعلم رحمك الله أن العلم ليس بكثرة الرواية والكتب، إنما العالم من اتبع العلم والسنن وإن كان قليل العلم والكتب، ومن خالفَ الكتاب والسنة فهو صاحب بدعة وإن كان كثير العلم والكتب. } [شرح السنة ١٠٤]
“Ketahuilah mudah-mudahan Allah merahmatimu, bahwasanya ilmu itu bukanlah dengan banyaknya riwayat atau kitab-kitab, akan tetapi orang yang berilmu itu adalah orang yang mengikuti ilmu dan sunnah walaupun sedikit ilmunya dan kitab-kitabnya. Dan barangsiapa yang menyelisihi kitab dan sunnah maka dia adalah pengikut bid'ah walaupun memiliki banyak ilmu dan kitab-kitab.” [Syarhus Sunnah, 104]
₪ Dari Channel Telegram @pencari alHaq
•••
Sufyan bin 'Uyainah rahimahullah berkata:
{ ليس العاقل الذي يعرف الخير والشر، إنما العاقل الذي إذا رأى الخير اتبعه، وإذا رأى الشر اجتنبه. }
“Seorang berakal bukanlah yang mengetahui kebaikan dan keburukan, tetapi seorang yang berakal adalah sosok yang apabila melihat kebaikan, maka dia mengikutinya dan apabila melihat keburukan, maka dia menjauhinya.” [al-Hilyah: 8/33]
₪ Dari Channel Telegram @forumsalafy
•••
🚇IKUTI FATWA ULAMA YANG TERPERCAYA
Berkata Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah
{ إننا في عصر كثر فيه المتكلمون بغير علم، ولهذا يجب على الإنسان ألا يعتمد على أي فتيا إلا من شخص معروف موثوق. } [لقاء الباب المفتوح - 16/32]
“Sesungguhnya kita berada di suatu zaman yang banyak orang-orang berbicara tanpa ilmu padanya, oleh karena inilah wajib atas seseorang untuk tidak bersandar pada fatwa manapun kecuali dari SEORANG ULAMA yang telah DIKENAL lagi TERPERCAYA.” [Liqa` Babil Maftuh 16/32]
₪Rujukan: Dari Channel Telegram @alistifadah // Selasa, 11 Dzulhijjah 1437H ~ 13 September 2016M
•••
AMBILLAH ILMU DARI ULAMA KIBAR
Rasulullah -ﷺ- bersabda:
{ إنَّ من أشراطِ الساعةِ أنْ يُلتمسَ العلمُ عند الأصاغرِ. }
“Sesungguhnya diantara tanda-tanda hari kiamat adalah diambilnya ilmu di sisi para ashaghir (ahli bid'ah).” [Perawi: Abu Umayyah Al jumahi | Shahih al Jami', no: 2207 | Oleh al-Albani | hadits shahih]
Berkata Ibnu Mas'ud:
{ لا يزال الناس بخير ما أخذوا عن أكابرهم وعن أمنائهم وعلمائهم. فإذا أخذوه من صغارهم وشرارهم هلكوا. } [المدخل البيهقي 275]
“SENANTIASA MANUSIA DI DALAM KEBAIKAN selama mereka mengambil (ilmu) dari akabir (ulama kibar), orang-orang amanah dan ulama mereka. Maka jika mereka mengambilnya dari shighar (ahli bid'ah) dan orang-orang buruk mereka niscaya mereka binasa (menyimpang).” [Al-Madkhal al-Baihaqi 275]
Ibnu Mubarak رحمه الله ditanya dengan kehadiran Sufyan bin Uyainah tentang suatu masalah lalu ia berkata:
{ إنا نهينا أن نتكلم عند أكابرنا. } [السير ٧٧٢/٢]
“Sungguh kami dilarang berbicara di sisi akabir (ulama) kami.” [As-Siyar, 2/772]
₪Rujukan: Dari Channel Telegram @salafykolaka
•••
Al-Imam Malik rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya ilmu ini adalah dagingmu dan darahmu, dan pada hari kiamat nanti engkau ditanya tentangnya, maka perhatikanlah dari siapa engkau mengambilnya.” [Al-Kifayah, karya al-Khathib al-Baghdady, hal. 21]
₪ Dari Channel Telegram @ForumSalafy
•••

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser