--> Skip to main content

Novel Romansa Dalam Sakumu: Mantan Suamiku by Yenika Koesrini

Sinopsis
Novel Romansa Dalam Sakumu: Mantan Suamiku by Yenika Koesrini

“Aku bersedih atas kepergian anak sendiri, apa itu salah?" sindirku sedikit marah. 

"Tidak salah, tapi kamu udah berlebihan," tukas Jamie terlihat gemas. 

"Itu karena kamu tidak merasa kehilangan Gibran."

"Kata siapa?!" Jamie mulai meninggikan suara. "Gibran anakku. Darah dagingku. Aku juga menangis saat tahu dia tiada, Kira. Tapi gak terus-menerus seperti kamu."

"Kamu gak ngerti perasaan seorang ibu sih, Jam." Aku menunduk. Menyembunyikan genangan air mata pada kelopak. "Susah payah aku mengandung dia. Bertarung nyawa saat melahirkannya ke dunia. Lantas dia berpulang dengan begitu mudahnya hanya karena tersedak. Gibran masih terlalu kecil, Jamie. Masih kecil. Hu ... hu ... hu." Akhirnya, tangisku pecah kembali.

"Kira, mau kamu menangis darah, Gibran gak akan pernah bisa kembali," kata Jamie dengan mata yang juga mulai berkaca-kaca. "Ikhlaskan Gibran. Kita buka lembaran baru. Buat adik untuk Gibran," ujarnya sambil meremas bahuku.

"Gibran gak akan meninggal jika kamu tidak pergi ke acara reuni itu."

"Jadi kamu menyalahkan aku?!" bentak Jamie tampak murka.

"Iya!" jawabku lantang. Mataku nanar menatapnya. "Sudah tahu bayimu sakit, tapi kamu malah nekat pezrgi juga. Jika kamu merasa sebagai seorang ayah, kamu gak akan melakukannya, Jamie," kecamku sambil menunjuk wajahnya. Gemas, marah, sedih, dan kecewa yang menumpuk jadi satu membuatku berani melakukannya.

"Maut itu sudah digariskan oleh Allah--"

"Tapi, kalo kamu stay di rumah, mungkin Gibran masih bisa tertolong!" Aku memotong marah ucapan Jamie. Setelah itu kembali tergugu sedih.

Jamie pun bergeming. Tangannya mengelap kasar kedua matanya yang basah. Dia terlihat memegangi dadanya saat bernapas.

"Jadi ... mau kamu apa sekarang?" tantang Jamie dingin.

"Aku mau kita CERAI!"


***

Sumber: Playstore 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser