--> Skip to main content

Novel Romansa Dalam Sakumu: Samasta by Mrs. Lov

Sinopsis
Novel Romansa Dalam Sakumu: Samasta by Mrs. Lov

"Semua ini hanya mimpi. Cuma mimpi. Elo cuma ketiduran di kamar mandi. Bangun! Bangun! Dia bukan Rayi. Bangun Mara!" batin Mara berkali-kali.

"Apa kamu juga lebih suka dengan laki-laki yang brengsek?"

Pertanyaan yang dilontarkan lelaki itu membuat kelopak mata Mara kembali terbuka. Dugaannya tentang mimpi itu adalah salah. Mara masih bisa merasakan cengkraman kuat itu. Belum lagi napas memburu yang menyentuh wajahnya. Dan jangan lupakan darah segar yang baru saja menetes di wajahnya. Semuanya terlalu nyata untuk sebuah mimpi.

"Kamu, siapa namamu?" tanya lelaki tampan itu masih dengan tatapan mata marah.

"Aku―" Mara urung melanjutkan ucapannya karena lelaki tampan yang ia ketahui bernama Rayi itu segera menarik pergelangan tangannya untuk mendekati meja kerjanya.

"Ubah! Ubah semuanya!" perintah lelaki tampan itu sambil menunjuk ke layar iMac yang berisikan naskah ceritanya.

"Enggak! Memangnya kamu siapa?!" akhirnya Mara membalas ucapan lelaki itu dengan teriakan kesal.

"Baik." lelaki tampan itu tersenyum penuh arti, lalu mengusap wajahnya yang penuh darah sebelum menaruh darah itu di wajah hingga leher Mara.

"Ka...kamu mau apa?" Mara mengambil langkah mundur karena ketakutan.

"Mari kita lihat, kalau kamu jadi perempuan itu. Apa kamu masih bisa jatuh cinta pada pemeran utamanya?"

"Maksud kamu?"

Lelaki tampan itu tersenyum manis sebelum mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Mara dengan lembut. Detik selanjutnya Mara merasakan tubuhnya melayang bersamaan dengan suara petir yang menggelegar dan kilatan cahaya yang amat menyilaukan matanya.

Mara yang awalnya ingin membuka mata, gagal karena tubuhnya berputar dengan cepat hingga ia tidak bisa melakukan apapun selain memeluk tubuh lelaki di hadapannya dengan erat.

Dan di detik berikutnya, ketika Mara membuka mata, Mara sedang berada di dalam sebuah mobil dengan gaun bermotif bunga bersama seorang supir di belakang kursi kemudi, sebelum Mara kembali memejamkan matanya karena pingsan.

Sedangkan di dalam kamar Mara, layar komputer yang sebelumnya menunjukkan kata-kata perpisahan terakhir yang penuh makna itu, bergulir naik dengan cepat hingga layar itu menunjukkan sebuah kata.

Awal dari sebuah cerita yang berjudul SAMASTA.

Sumber: Playstore 
Penulis: Mrs. Lov
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser