--> Skip to main content

Tutorial Pengalaman Pakai: Lahan Untuk Budidaya Jagung

Tutorial Pengalaman Pakai: Lahan Untuk Budidaya Jagung


Budidaya Tanaman Jagung

Dalam hal ini jagung memerlukan cahaya matahari langsung untuk dapat tumbuh dengan normal. Suatu tempat dengan curah hujan berkisar antara 85 hingga 200 mm per bulan, suhu udara berkisar antara 23-27 derajat celcius dan pH tanah berkisar antara 5,6 hingga 7,5 ialah tempat terbaik atau ideal untuk pertumbuhan tanaman jagung.
  • Jenis tanah sebenarnya tidak terlalu penting, asalkan irigasinya baik dan ketersediaan air mencukupi, namun perlu diketahui apabila air yang cukup pada fase pertumbuhan awal dan fase pembungaan serta pengisian biji ialah kritis bagi produksi jagung pipilan.
  • Lahan penanaman jagung tidak boleh memiliki genangan, pengolahan tanah awal perlu mempertimbangkan pembuatan parit pengatusan air atau pembuatan bedengan. Pada jenis tanah masam pengapuran perlu dilakukan terlebih dahulu.
  • Dalam penanaman jagung secara tradisional dilakukan dengan tangan menggunakan tugal untuk melubangi tanah. Sementara itu, dalam pertanian dengan mekanisasi, penanaman bijian jagung dilakukan dengan menggunakan mesin penanam.
  • Kepadatan populasi tanam yang biasa dipakai ialah sekitar 60.000-120.000 tanaman per Ha, yang biasanya diterjemahkan dalam jarak antar baris 50-100 cm, dan jarak dalam baris 10-40 cm. Pemilihan jarak tergantung ukuran tanaman jagung.
  • Kebutuhan hara tanaman jagung dikenal relatif tinggi, selain memerlukan pupuk organik sebagai pupuk dasar/awal, tanaman jagung juga memerlukan masukan nitrogen/N “dari urea ataupun ZA” fosfat dan kalium untuk pertumbuhan dan hasil yang optimal. Kebutuhan akan nitrogen pada tanaman jagung yang tinggi, membuat pemberian pupuk N biasanya diberikan 2-3 kali sehari, sementara itu, unsur kalium penting dalam tahap pembungaan.
Pada pertengahan masa pertumbuhan vegetatif, tanaman jagung akan mengeluarkan akar udara “aerial roots” sehingga memerlukan pembumbunan untuk memaksimalkan penyerapan hara. Pengendalian tumbuhan pengganggu seperti gulma dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida atau dilakukan dengan pendangiran. Dan pemberian air biasanya diberikan dengan cara penggenangan parit, yang dalam hal ini air akan dialirkan melalui saluran irigasi atau menggunakan pompa air.
Tutorial Pengalaman Pakai: Lahan Untuk Budidaya Jagung
  1. Penyiapan Benih
  2. Persyaratan Benih
Bermutu tinggi, baik mutu genetik, fisik maupun fisiologinya. Benih berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar, murni, tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hama dan penyakit). Benih yang terjamin adalah benih bersertifikat. Jagung hibrida berpotensi produksi tinggi, namun mempunyai kelemahan yaitu harga benih lebih mahal, dapat digunakan maksimal 2 kali turunan. Beberapa varietas unggul jagung seperti terlihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Beberapa Contoh Varietas Jagung Hibrida
Varietas
Umur
Potensi Hasil
(Ton/ha)
Rata- rata Hasil (Ton/ha)
C6
98-105
10-10,3
C7
95-105
10-12,4
8,1
Pioneer 13
90-115
10-11
8,027
Pioneer 14
89-112
10-11
7,578
CPI -1
97
6,2
CPI- 2
97
8-9
6,2
IPB 4
100-105
6,6
Semar 2
91
5,0-6,1
Semar 3
94
8-9
5,3
  1. Penyiapan Benih
  • Benih jagung komposit dapat diperoleh dari penanaman sendiri, dari jagung yang tumbuh sehat.
  • Dari tanaman terpilih, diambil jagung yang tongkolnya besar, barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh klobot, dan tidak terserang oleh hama penyakit.
  • Tongkol dipetik setelah lewat fase matang fisiologi dengan ciri: biji mengeras dan sebagian besar daun menguning.
  • Tongkol dikupas dan dikeringkan, bila benih akan disimpan dalam jangka lama, setelah dikeringkan tongkol dibungkus dan disimpan di tempat kering.
  • Dari tongkol kering, diambil biji bagian tengah. Biji di bagian ujung dan pangkal tidak digunakan sebagai benih.
  • Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20-30 kg/ha.
  1. Perlakuan  Benih
Sebelum benih ditanam, sebaiknya dicampur dengan fungisida, terutama apabila diduga akan ada serangan jamur. Bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis, sebaiknya benih dimasukkan ke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik.
  1. Pengolahan Media Tanam
Pengolahan tanah bekas pertanaman padi dilaksanakan setelah membabad jermi. Jerami dapat digunakan sebagai mulsa/penutup tanah setelah jagung ditanam. Kegunaan mulsa yaitu mengurangi penguapan tanah, menghambat pertumbuhan gulma, menahan pukulan air hujan dan lama kelamaan mulsa menjadi pupuk hijau. Pengolahan tanah pada lahan kering cukup sampai dengan kedalaman 10 cm dan semua limbah digunakan sebagai mulsa.
Pada saat pengolahan tanah setiap 3 m perlu disiapkan saluran air sedalam 20 cm dan lebar 30 cm yang berfungsi untuk memasukkan air pada saat kekurangan air dan pembuangan air pada saat air berlebih.
Tanah dengan pH kurang dari 5,0, harus dikapur 1 bulan sebelum tanam. Jumlah kapur yang diberikan 1-3 ton/ha untuk 2-3 tahun disebar merata atau pada barisan tanaman, Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman atau menggunakan mineral zeolit dengan dosis sesuai dengan petunjuk  produsen.
 
  1. Minimum Tillage
    Pada lahan-lahan yang peka terhadap erosi, budidaya jagung perlu diikuti dengan usaha-usaha konservasi seperti penggunaan mulsa dan sedikit mungkin pengolahan tanah. Bila waktu tanam mendesak, pengolahan tanah dapat dilakukan hanya pada barisan tanaman saja, selebar 60 cm dengan kedalaman 15 – 20 cm.
  2. Zero Tillage (tanpa pengolahan tanah)
    Pemberantasan gulma menggunakan herbisida 2-3 lt/ha. Tanah dicangkul hanya untuk lubang tanaman.
  1. Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanaman
  1. Tumpang sari (Intercropping); Penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda).
  2. Tumpang gilir (Multiple Cropping), dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum.
  3. Tanaman bersisipan (Relay Cropping): dengan cara menyisipkan satu/beberapa jenis tanaman selain jagung. Misalnya waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.
  4.  Tanaman Campuran (Mixed Cropping): penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya. Pada pola ini lahan efisien, tetapi riskan terhadap hama dan penyakit.
2)PembuatanLubangTanam
Lubang tanam dibuat dengan tugal sedalam 3-5 cm, tiap lubang diisi 1 butir benih. Jarak tanam disesuaikan dengan umur panen. Jagung berumur ≥100 hari jarak tanam 40 x 100 cm (2 tanaman /lubang). jagung.berumur 80-100 hari, jarak tanamnya 25 x 75 cm (1 tanaman/lubang). Sedangkan jagung. berumur < 80 hari, jarak tanam 20 x 50 cm (1 tanaman/lubang).
Tabel 2. Jarak tanam dan Populasi Jagung Per Hektar
Varietas
Jarak tanam
(cm x cm)
Populasi
(Tanaman/Ha)
Umur dalam
(>100 hari)
100 x (40-50)
40.000 – 50.000
Umur tengah
(90-100 hari)
75 x (40-50)
53.000  – 66.000
Umur genjah
(80-90 hari)
50 x (20-25)
80.000 – 100.000
 
3)   Cara Penanaman
Saat tanam tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang. Apabila tanah kering, perlu diairi, kecuali bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun. Jumlah benih per lubang tergantung keinginan, bila dikehendaki 2 tanaman per lubang maka benih yang dimasukkan 3 biji/lubang, bila dikehendaki 1 tanaman/lubang, maka benih yang dimasukkan 2 biji/lubang. Jumlah kebutuhan benih per hektar dengan beberapa alternatif jarak tanam dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3 Jarak Tanam dan Kebutuhan Benih Jagung
Jarak tanam
(cm)
Non Hibrida
(kg/ha)
Hibrida
(kg/ha)
100 x 40
22,5
75 x 25
32
20
75 x 40
30 – 40
75 x 20
40
50 x 20
60
4) Lain-lain
Di lahan irigasi jagung ditanam pada musim kemarau. Di sawah tadah hujan ditanam pada akhir musim hujan. Di lahan kering ditanam pada awal musim hujan dan akhir musim hujan.
  1. Penjarangan dan Penyulaman
    Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman dan hanya dikehendaki 2 atau 1, tanaman yang tumbuh paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain. Benih yang tidak tumbuh/mati perlu disulam, kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. Penyulaman menggunakan benih dari jenis yang sama.
  2. Penyiangan
    Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman muda menggunakan tangan, cangkul kecil, garpu. Penyiangan harus hati-hati agar tidak mengganggu perakaran yang belum kuat mencengkeram tanah.
  3. Pembumbunan
    Pembumbunan bersamaan dengan penyiangan dan pemupukan pada umur 6 minggu. Tanah di kanan dan kiri barisan jagung diurug dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman, membentuk guludan memanjang. Pembubunan juga dilakukan bersamaan penyiangan kedua.
  4. Pemupukan
    Pemupukan perlu memperhatikan jenis, dosis, waktu dan cara pemberian pupuk. Pada umumnya varietas unggul lebih banyak memerlukan pupuk dibandingkan dengan varietas lokal. Pemupukan pada tanaman jagung disajikan pada tabel 4.
Tabel 4 Dosis dan Waktu Pemberian Pupuk pada Tanaman Jagung
No
Jenis
Dosis
(kg/ha)
Waktu pemberian
Dasar
21 HST
35 HST
(kg/ha)
(kg/ha)
(kg/ha)
1
Non Hibrida
    
 
– Urea
200
83,33
166,67
 
– TSP/SP-36
75-100
75-100
 
– KCL
50
50
2
Hibrida
  
 
– Urea
300
100
100
100
 
– TSP/SP-36
100
100
 
– KCL
50
50
Pertanaman jagung perlu dipupuk dengan pupuk organik 15.000-20.000kg/ha disebar merata saat pengolahan tanah atau disebar dalam larikan dengan dosis 300 kg/ha. Pupuk buatan diberikan  secara tugal/larikan sedalam ± 10 cm pada kedua sisi tanaman dengan jarak 7 cm. Pada jarak tanam yang rapat pupuk dapat diberikan di dalam larikan yang dibuat di kiri kanan barisan tanaman.
5) Pengairan dan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab. Pengairan diperlukan pada saat pembentukan malai dan tongkol. Pemberian air pada pertanaman jagung cukup sampai tingkat kapasitas lapang atau tidak sampai tergenang. Pertanaman jagung yang terlalu kering dapat diairi melalui saluran pemasukan air. Air yang diberikan cukup hanya menggenangi selokan yang ada, dibiarkan satu malam dan pada pagi harinya sisa air dibuang.
6) Pengendalian hama dan penyakit
Untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  • Kultur teknis
    a. Pembakaran tanaman
    b. Pengolahan tanah yang intensif.
  • Pengendalian fisik / mekanis
    a. Mengumpulkan larva atau pupa dan bagian tanaman yang terserang kemudian memusnahkannya.
    b. Penggunaan perangkap feromonoid seks untuk ngengat sebanyak 40 buah per hektar atau 2 buah per 500 m2 dipasang di tengah tanaman sejak tanaman berumur 2 minggu.
  • Pengendalian Hayati
    Pemanfaatan musuh alami seperti : patogen SI-NPV (Spodoptera litura- Nuclear Polyhedrosis Virus), Cendawan Cordisep, Aspergillus flavus, Beauveria bassina, Nomuarea rileyi, dan Metarhizium anisopliae, bakteri Bacillus thuringensis, nematoda Steinernema sp,. Predator Sycanus sp,. Andrallus spinideus, Selonepnis geminada, parasitoid Apanteles sp., Telenomus spodopterae, Microplistis similis, dan Peribeae sp.
  • Pengendalian Kimiawi
    Beberapa insektisida yang dianggap cukup efektif adalah monokrotofos, diazinon, khlorpirifos, triazofos, dikhlorovos, sianofenfos, karbaril, matador zeon, actara, dan amistartop.
Pemeliharaan dan Pemupukan Jagung
  • PENJARANGAN DAN PENYULAMAN
    Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman, sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1, maka tanaman tersebut harus dikurangi. Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati.  Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam.
  • PENYIANGAN
    Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu (gulma). Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dan sebagainya. Yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah. Hal ini biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.
  • PEMBUBUNAN
    Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan bertujuan untuk memperkokoh posisi batang, sehingga tanaman tidak mudah rebah. Selain itu juga untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Caranya, tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang. Untuk efisiensi tenaga biasanya pembubunan dilakukan bersama dengan penyiangan kedua yaitu setelah tanaman berumur 1 bulan.
  • PEMUPUKAN
    Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak 200-300 kg, pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg, dan pupuk KCl sebanyak 50- 100 kg. Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama (pupuk dasar), pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam. Pada tahap kedua (pupuk susulan I), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. Pada tahap ketiga (pupuk susulan II), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar.
  • PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
    Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab. Pengairan berikutnya diberikan secukupnya dengan tujuan menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.
  • PENYEMPROTAN PESTISIDA
    Penggunaan pestisida hanya diperkenankan setelah terlihat adanya hama yang dapat membahayakan proses produksi jagung. Adapun pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang dipakai untuk mengendalikan ulat. Pelaksanaan penyemprotan hendaknya memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkat populasi hama yang menyerang, sehingga perlakuan ini akan lebih efisien.
Teknik Penanaman dan Pemupukan Jagung
Sebelum membahas tentang cara tanam dan pemupukan jagung, sebaiknya kita mengetahui bagaimana posisi jagung di Indonesia. Jagung merupakan tanaman yang berfungsi sebagai salah satu makanan pokok di Indonesia, khususnya di beberapa daerah kering di Jawa dan Nusa Tenggara. Jika di beberapa daerah tadi jagung berfungsi sebagai makanan pokok, lain lagi dengan daerah-daerah yang makanan pokoknya nasi. Di daerah-daerah tersebut, jagung diposisikan sebagai makanan tambahan, bisa diolah menjadi lauk atau bisa juga langsung dimakan setelah direbus atau dibakar terlebih dahulu.
Dua jenis makanan dari jagung yang diolah secara dibakar atau direbus ini memiliki penggemar yang sangat banyak. Bahkan, di beberapa tempat wisata yang berhawa dingin, seperti Lembang dan Ciwidey, jagung bakar dan jagung rebus ini menjadi salah satu sajian utama penyambut para “tamu” yang berkunjung. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia menggemari jagung, tak heran jika banyak dari para petani yang menanam jagung. Para petani jagung akan sangat memperhatikan kualitas tanamannya agar hasil yang bisa mereka dapat saat panen nanti akan maksimal. Ya, seperti tanaman lainnya, tanaman jagung juga harus mendapatkan perawatan yang baik agar hasilnya maksimal. Petani tidak bisa menanam jagung, lalu duduk manis menunggu musim panen tanpa memberikan perawatan pada  tanaman jagungnya. Jika itu dilakukan, bersiaplah untuk mengalami kegagalan panen.Lantas, bagaimana sebenarnya cara menanam, merawat, dan melakukan pemupukan jagung agar hasil panen petani menjadi maksimal? Berikut adalah uraiannya.
Teknik Menanam Jagung dan Pemupukan yang Baik
Jagung merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat. Oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk menanam jagung di mana pun Anda berada. Namun begitu, ketika hendak memutuskan untuk menanam jagung, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Dalam menanam jagung yang baik, Anda harus mengikuti petunjuk atau teknik yang meliputi beberapa langkah sebagai berikut.
Memilih Benih Berkualitas
Benih jagung bisa kita temui di mana saja. Namun, untuk memperoleh benih jagung terbaik, kita harus memerhatikan betul kualitasnya, jangan asal beli saja. Benih jagung yang akan kita tanam sebaiknya memiliki kualitas dan mutu yang bagus. Benih seperti ini biasanya berasal dari varietas jagung yang unggul (jagung hibrida). Anda bisa mendapatkan benih bermutu tinggi ini dengan cara membeli benih yang bersertifikat.
Beberapa contoh jenis jagung hibrida yang bisa Anda pilih untuk dijadikan sebagai bibit, di antaranya hibrida C1 dan C2, hibrida pioneer 1 dan 2, IPB 4, Kaliangga, CPI-1, permadi, bima, bogor composite, master kuning, nakula, sadewa, parikesit, metro, kania putih, dan beberapa varietas unggul lain yang baru-baru ini dikembangkan, seperti bisi 2, semar 2, dan lainnya.
Pemupukan Jagung
Tanaman jagung bisa tumbuh di hampir seluruh kawasn Indonesia. Namun, dalam menanam jagung, kita tidak bisa memberlakukannya seperti ketika menanam singkong. Jagung tergolong tanaman yang bisa tumbuh subur jika tanah yang ditumbuhinya pun subur. Ingat, tidak semua media tanah yang akan ditanami jagung memiliki unsur hara yang bagus. Untuk itu, pemupukan harus dilakukan dengan baik agar kandungan hara tanah menjadi maksimal sehingga jagung yang ditanam di atasnya pun akan mendatangkan hasil yang maksimal. Jadi, dosis pemupukan tanaman jagung sangat bergantung pada kondisi kesuburan tanah.
Anda bingung menentukan bagaimana kadar pemupukan jagung yang baik? Jangan khawatir, berikut ini adalah takaran pemberian pupuk pada tanaman jagung berdasarkan jenis pupuk dan luas lahan yang dipupukinya.
  • Pemberian urea: 200-300kg/ha
  • Pemberian TSP: 75-100kg/ha
  • Pemberian KCI: 50-100kg/ha
Adapun dosis dan pemupukan jagung pada setiap hektar lahan ini dilakukan melalui tiga tahapan. Adapun ketiga tahapan yang dimaksud adalah sebagai berikut.
  • Pemupukan dasar: dilakukan dengan cara menyebar 1/3 bagian pupuk urea ditambah 1 bagian TSP saat melakukan proses tanam.
  • Pemupukan susulan I: dilakukan dengan cara memberikan 1/3 bagian pupuk urea ditambah 1/3 bagian KCI pada saat tanaman jagung sudah menginjak usia 30 hari.
  • Pemupukan susulan II: dilakukan dengan cara memberikan 1/3 bagian pupuk urea pada saat tanaman jagung sudah menginjak usia 45 hari.
Untuk lebih jelasnya lagi mengenai takaran pemupukan jagung yang baik, berikut penulis sajikan datanya dalam bentuk tabel.
Untuk lahan satu hektare
Jenis Pupuk
Takaran (kg/ha)
Takaran & Waktu Pemupukan
Dasar
0 HST
Susulan I
15 HST
Susulan II
30 HST
Petroganik
500
Atau
Pupuk kompos 2000
500
PHONSKA
270
135
135
 
Urea
247
65
70
135
Untuk lahan 3000 m2/pathok/kotak
Jenis Pupuk
Takaran Total
(kg/pathok)
Takaran & Waktu Pemupukan (kg)
Dasar
0 HST
Susulan I
15 HST
Susulan II
30 HST
Pupuk kandang
700 kg atau 14 sak (@50kg)
14 sak
PHONSKA
90
45 atau 1 sak
45 atau 1 sak
 
Urea
83
22
23
45
Teknik Penanaman
Setelah mengetahui kadar pemupukan jagung yang baik, sekarang kita mulai pembahasan selanjutnya, yakni tentang teknik penanaman jaguung yang baik. Sebelum memulai aksi tanam jagung, sebaiknya Anda memilih pola tanamnya. Pola tanam yang bisa dipilih untuk menanam jagung, di antaranya pola tumpang sari, tumpang gilir, pola bersisipan, dan pola campuran.
Beberapa pola tadi memiliki teknik penanaman yang berbeda. Pun dengan hasil yang akan dihasilkan nanti. Meski begitu, pemilihan beberapa pola tanam tadi hanya sebagai penyesuaian saja, toh tujuan awalnya sama, yakni untuk menghasilkan kualitas jagung yang baik. Setelah memilih pola tanam tersebut Anda harus membuat lubang tanam pada lahan yang telah disiapkan dan diberi pupuk tadi. Setelah dua langkah awal pananaman jagung tersebut dilakukan, kini saatnya Anda untuk menanam jagung di lahan Anda. Caranya, pada jarak tanam 75cmx25cm, setiap lubang tanam dimasukkan 1 sampai 3 biji benih. Untuk proses ini setidaknya dibutuhkan empat orang untuk melakukannya. Dua orang sebagai pembuat lubang dan dua orang lainnya sebagai penabur benih dan pupuk.
Perawatan Pascapenanaman
Seperti yang sudah diulas di awal, setelah proses penanaman selesai, petani tidak boleh membiarkan jagungnya tumbuh begitu saja tanpa perawatan. Petani harus memberikan perawatan berupa pemberian pupuk tambahan di setiap benih jagung yang sudah ditanam.
Pemberian pupuk tambahan ini dilakukan petani dengan cara ditugal. Di tugal artinya petani memberikan lubang tambahan di dekat tanaman jagung. Berikan pupuk secukupnya  di lubang tadi. Berikut adalah ketentuan penugalan jagung yang baik.
  • Pupuk dasar ditugal di samping benih dalam baris tanaman dengan jarak 5 cm,
  • Pupuk susulan I ditugal dengan jarak 10 cm dari batang.
  • Pupuk susulan II ditugal dengan jarak 15 cm dari batang
Setelah pemupukan tambahan ini, lubang yang tadi harus ditutup kembali agar pupuk tidak tidak hilang oleh air atau hujan. Selain itu, penutupan lubang tadi pun agar efisiensi penyerapan pupuk oleh tanaman lebih efisien.
Perhitungan Ekonomi Budidaya Tanaman Jagung
Perhitungan Untuk Analisis Ekonomi Dalam Budidaya Tanaman Jagung
LUAS LAHAN 1 HEKTAR (POPULASI ± 25.000 POHON)
  1. Biaya tetap
  1. Sewa tanah =Rp. 10.000.000,-
  2. Hand sprayer 5 buah @ Rp. 285.000 : 5 th : 4 tanam = Rp. 71.500,-
  3. Drum untuk mencampur pestisida 2 bh @ Rp. 130.000,-:6 = Rp. 43.000,-
    Jumlah = Rp. 10.114.500,-
  4. Biaya variabel
  5. Persiapan lahan
    • Pengolahan tanah 100 HKP @ Rp. 25.000 =Rp. 2.500.000,-
    • Pupuk anorganik :
    o Urea 200 kg @ Rp. 1.300,-/1 kg = Rp. 260.500,-
    o SP-36 150 kg @ Rp. 1.700,-/ 1 kg = Rp. 225.000,-
    o KCl 100 kg @ Rp. 2.300,- / 1 kg = Rp. 230.000,-
    Jumlah = Rp. 3.215.500,-
 
  1. Penanaman dan pemeliharaan
    • benih 15 KG @ Rp. 30.000,- = Rp. 450.000,-
    • Penanaman 10 HKW @ Rp. 17.000,- = Rp. 170.000,-
    • Penyulaman 5 HKW @ Rp. 17.000,- = Rp. 85.000,-
    • Tenaga pemupukan susulan 2 x 10 HKW @ Rp. 17.000,- = Rp. 340.000,-
    • Tenaga penyemprotan 3 x 5 HKP @ Rp. 25.000,- = Rp. 375.000,-
    • Pestisida :
    o Matador zeon 1 Lt = Rp. 150.000,-
    o Actara 250 gr @ Rp. 22.000,-/10 gr = Rp. 550.000,-
    o Amistartop 600 ml @ Rp. 135.000,-/250 ml = Rp. 324.000,-
    • Penyiangan 3 x 10 HKP @ Rp. 25.000,- = Rp. 750.000,-
    • pengairan 3 x 3 HKP @ Rp. 25.000,- = Rp. 150.000,-
    Jumlah = Rp. 3.344.000,-
  2.  
Panen, pemipilan :
• Panen ;
o 20 HKW @ Rp. 17.000,- = Rp. 340.000,-
o 20 HKP @ Rp. 25.000,- = Rp. 500.000,-
• Pemipilan 10.000 kg @ Rp. 50,- = Rp. 500.000,-
Jumlah = Rp. 1.340.000,-
  1.  
Biaya operasional:
Biaya transport Rp 750.000,-
Biaya lain-lain Rp 500.000,- +
Jumlah Rp 1.250.000,-
Grand total biaya : Rp. 19.261.000,-
C.Keuntungan
9.000 kg @ Rp. 3.000,- = Rp. 27.000.000,-
Jadi keuntungan bersihnya yaitu : Rp. 27.000.000,- – Rp. 19.261.000,-
= Rp. 7.739.000,-
ket. : HKP = hari kerja pria
HKW = hari kerja wanita
Kesimpulan
Dari berbagai pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
  1. Dalam perencanaan usaha pertanian khususnya budidaya tanaman jagung perlu mengetahui kondisi lingkungan yang sesuai dengan tanaman jagung.
  2. Perencanaan yang disusun akan membutuhkan beberapa biaya yang diperlukan dalam usaha pertanian sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan pada usaha pertanian.
Tutorial Pengalaman Pakai: Lahan Untuk Budidaya Jagung

Sumber: Playstore
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser