--> Skip to main content

Tuan Pencakar Langit by Ayu Wandira Novel Romansa Dalam Sakumu

Tuan Pencakar Langit by Ayu Wandira Novel Romansa Dalam Sakumu
"Mau ke Amsterdam?" tanya Armand.
"Sama kamu?"
"lya dong, sama siapa lagi" Armand lalu
terkekeh.
"Naik kereta?"
"lya"
Amber menarik nafas, ia melirik Armand,
"Tapi aku sebenernya pengen ke Praha"
"Boleh juga tuh, kapan? Aku sebenernya
juga pengen ke Praha juga. Berhubung aku
sendiri takutnya kalah romantis. Jadi pikiran
aku ke Amsterdam Armand lalu tertawa.
Amber juga ikut tertawa, "lya sih kalau pergi
sendiri ke Praha kayak gimana gitu, terlalu
romantiss"
"Kapan?" tanya Armand.
"Ya, nikmati Brussel dulu lah ya" Armber
terkekeh, ia memakan croissant dengan
tenang.
"Kamu sudah ke mana aja di Brussel"
"Aku kemarin ke Grnad Place, main square
nya Brussel. Lalu muter-muter di pusat kota.
Aku ke Manneken Pis, ternyata kecil banget.
Terus kemarin aku nyobaik waffle coklat
khas Brussel di Mokafe"
"Mokafe itu kalau nggak salah satu café
legendaris dan tua di Brussel ya"
"Ih kok tau sih"
"lya tau lah"
"Enak tau waffle nya"
"Aku pingin ke sana tadi, Cuma muternya ke
sini"
"Yaudah nanti aku temenin" ucap Amber.
"Sure?"
"lya lah
"Thank you" ucap Armand lalu tertawa.

Tuan Pencakar Langit by Ayu Wandira Novel Romansa Dalam Sakumu

Sumber: Dreame 
Penulis: Ayu Wandira
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser