--> Skip to main content

Sang Ajudan by NonaAns Novel Romansa Dalam Sakumu

Sang Ajudan by NonaAns Novel Romansa Dalam Sakumu

Bagi Satria Tegar Pradipta, tugas sebagai abdinegara adalah sebuah kehormatan. Untuk itu, Satria berusaha menjaga kehormatan atas tugasnya dengan segenap hati dan jiwa hingga mampu membuat Satria bertaruh nyawa. Bagi Satria, menjadi tentara bukanlah sebuah pilihan, menjadi tentara juga bukanlah hanya sebuah pekerjaan semata, tetapi tentara adalah sebuah kecintaan dan pengabdian terhadap
bangsa dan negara.

"Saya akan mengabdikan diri pada
Bangsa dan Negara ini hingga titik darah penghabisan. Saya seorang tentara yang dengan suka rela menjadi garda terdepan benteng pertahanan negara. Menandatangani kontrak mati dengan bangsa, negara, dan Tuhan. Kontrak yang akan terpatri menjadi sebuah kehormatan
dan kebanggaan" Satria Tegar Pradipta.

"Menurut ramalan, pangkatmu Cuma
sampai Kapten, sekarang kamu sudah Letnan Satu, hati-hati dalam bertugas. Situasi sekarang sedang tidak baik-baik saja" ucap Adit, senior sekaligus kakak asuh Satria saat masih sama-sama mengenyam pendidikan di Akademi Militer,
Magelang. Ramalan iseng yang dilakukan kala itu saat masih menjadi taruna rupanya masih diingat dengan jelas oleh Adit. Satria
menatap Adit lalu terkekeh geli seraya memasukkan pistol ke dalam sarungnya dan membenarkan jas hitam yang melekat di tubuh tegapnya.

"Jangan tertawa, saya serius,' ucap Adit kemudian. Satria kembali terseyum lebar seraya menatap Adit.

"Nggak usah khawatir, Bang. Sejak pertama saya jadi tentara, saya tahu apa resiko dari semua ini. Saya sudah bertekad untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara
ini. Tidak apa-apa, saya ikhlas." (*)

Sang Ajudan by NonaAns Novel Romansa Dalam Sakumu

Sumber: Dreame 
Penulis: NonaAns
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser