--> Skip to main content

Karma: Nino-Rania by Rieka Tresna Sinopsis Novel Imperfect Marriage

Karma: Nino-Rania by Rieka Tresna Sinopsis Novel Imperfect Marriage

Ceraikan aku!"
"Aku tidak akan menceraikanmu! Tidak
akan" Tolak Mas Nino.
"Beri talak aku, dan kamu bisa menikahi
selingkuhanmu itu secara resmi. Yang
penting Ilyas dan Yasa, ikut aku. Kamu
tega menduakan aku, Mas. Apa kurangku
sebagai seorang istri?"
Pertanyaan standar yang akan diajukan
oleh seorang istri yang diduakan. Apa
kurangnya Rania hingga Nino tega
selingkuh. Semua kewajiban sebagai
seorang istri dipenuhi, tiada kurang.
Kulihat Mas Nino tersenyum senang karena
aku tak menolak ajakannya. Yaa, aku
memang tak menolak, tapi aku juga tak mau
merespon setiap sentuhannya. Aktivitas
ranjangku bagaikan patung. Aku hanya
diam saja, sama sekali tak mau membalas
setiap kecupan ataupun sentuhan Mas
Nino di tubuhku.
Selesai aktivitas ranjang kami, seperti
biasa Mas Nino akan mencium keningku.
Kali ini aku tak bisa menolak, karena dia
mengungkung tubuhku dalam pelukannya.
Lagipula, aku sangat lelah, lahir batin. Lelah
di kantor, di rumah dan lelah di hati.
Aku memunggungi Mas Nino, rasa di d**a
kiriku masih sakit. Ada air mata mengalir
di pipiku, dan kurasakan ada jemari kokoh
menghapus air mata itu perlahan.
"Maaf... maafkan aku.." Permohonan maaf
itu disertai kecupan berkali-kali di kepalaku.
"Aku akan tidur bersama si kembar"
Mas Nino, yang sebelumnya duduk di
pinggir kasur dengan kepala menunduk,
tampak bingung, mendadak dia berdiri
dan menyusulku. Memeluk tubuhku
dari belakang, kembali mencium pucuk
kepalaku dan mengucap maaf berkali-kali.
Percuma saja! Tak akan mengubah apa
pun.
Aku tahu, ini harus segera diselesaikan.
Cepat atau lambat, hanya masalah waktu
saja sebelum rumah tangga kami berubah
menjadi neraka. Bagiku, bagi Mas Nino dan
bagi anak kembar kami, llyas dan Ilyasaa.

Karma: Nino-Rania by Rieka Tresna Sinopsis Novel Imperfect Marriage

Sumber: Dreame 
Penulis: Rieka Tresna
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser