--> Skip to main content

Taubatku Karna Cinta by Embun Pagi Novel Romansa Dalam Sakumu

Taubatku Karna Cinta by Embun Pagi Novel Romansa Dalam Sakumu
Nizam sedang fokus mengambil wuzhu di
kran luar masjid.
Tiba-tiba Qisti mendatangi kran di samping
Nizam untuk mencuci betisnya yang
putih dan mulus dari cipratan lumpur saat
olahraga.
Nizam langsung memejamkan matanya
sambil beristigfar kecil, agar tak melihat
aurat wanita di sampingnya.
Qisti melihat reaksi Nizam, dia menurunkan
kaki yang sedang di cucinya dan berdiri
menghadap Nizam.
"Ustadz, tapi matanya kok jelalatan!" ucap
Qisti dengan senyum sinisnya.
Nizam merasa terhina dengan ucapan
Qisti, dia segera mendongakkan kepala
untuk melihat wajah perempuan yang
menghinanya.
Tapi, lagi-lagi Nizam harus menundukkan
pandangannya setelah menatap Qisti
hanya satu detik, dia telah terpukau dengan
kecantikan Qisti yang berkulit putih,
berambut lurus sedikit kekuningan karna
cat, mata bulat bening, dan bibir yang
merah bukan karna lipstik, telah menggoda
hatinya, hingga dengan cepat Nizam
melangkah masuk ke dalam masjid.

Taubatku Karna Cinta by Embun Pagi Novel Romansa Dalam Sakumu
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser