--> Skip to main content

Hu Hu Huuu Kebobolan by Fitri Soh Sinopsis Novel Dreame

Hu Hu Huuu Kebobolan by Fitri Soh Sinopsis Novel Dreame
"Ma-aaas! Ma-aaas! Ma-aas! Hu, hu, hu,
huuuu"
Terdengar tangisan istriku dari arah kamar
mandi.
Ada apa dengannya? Dengan kepala pusing
dan mata berat karena begitu mengantuk
kutatap jam dinding, pukul 4 pagi.
"Ma-aaaas! Hu, hu, hu, huuuu" Istriku
kembali menangis keras, tangisan itu masih
bersumber dari kamar mandi.
Saat kembali terdengar tangisan istriku
dari kamar mandi, aku segera melangkah
keluar kamar, langsung berhenti saat
mendengar tangisan dari arah kamar si
kembar. Aku pun melongok ke kamar si
kembar, Hanifa dan Hanif tengah menangis.
Mereka memang kompak. Jika Hanif
menangis, maka Hanifa akan menangis
juga, begitu pun sebaliknya. Aku mendekat
lalu menggendong bayi 8 bulanku yang
mengulurkan tangan dengan mata
berkaca-kaca, Hanif kugendong di pinggang
kanan, Hanifa di pinggang kiri.
"Ma-aaas!" Suara Nina kembali terdengar.
Aku menggelengkan kepala, heran kenapa
sepagi ini dia sudah geger teriak-teriak
seperti ayam yang berkokok. Biasanya
dia, teriak-teriak pukul 7 pagi, saat sedang
masak diganggu si kembar.
"Ada apa, Sayang? tanyaku setibanya di
depan kamar mandi yang tidak terkunci.
Kulihat Nina duduk di pojokan, dia
terisak-isak. Wajahnya sedikit pucat,
tampak cemas.
"Kenapa, Sayang?" tanyaku keheranan
sambil melangkah masuk.
"Ma-aas, gimana ini, Mas? Gimana i-nii,
Mas?" tanyanya syok. Mataku melebar saat
dia mengulurkan benda yang dipegangny

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser