--> Skip to main content

Unspoken Pain by Hee Yuzuki Sinopsis Novel Romansa

Unspoken Pain by Hee Yuzuki Sinopsis Novel Romansa
Ini tentang Alle yang mencintai
sahabatnya-Earl Sanders, namun sang
sahabat mencintai wanita lain yang
tidak seharusnya pria itu cintai. Sebuah
permintaan dari Earl tentang pernikahan
untuk menutupi hubungan terlarang
itu membuat Alle setuju. Dia akan
mempertaruhkan hidupnya untuk membuat
Earl juga mencintainya, walau dia tau
resikonya dan semua tidak semudah itu,
akan selalu ada rasa sakit yang harus dia
rasakan di setiap langkah, namun dia tetap
akan mencobanya. Mendapatkan cinta dari
sang sahabat.
***
"Earl"' panggil Alle dengan lidah kelu saat
tubuhnya tiba-tiba di dorong ke dinding,
lalu Earl langsung mengungkungnya
dengan tatapan tajam, mencengkram kuat
rahangnya tanpa perasaan.
"Kenapa kau melakukan ini, Alle?! Kenapa
kau memberitahukan semuanya pada
orang tuaku?! Lalu apa gunanya kau di
sini, hah?! Aku memintamu menjadi istriku
untuk menutupi hubunganku dengan Vale!"
Earl berteriak kuat, meninju dinding hingga
membuat Alle memejamkan matanya
dengan perasaan takut.
"Ear cicit Alle dengan raut berkaca-kaca,
kepalanya menggeleng, berusaha
mengeluarkan sepatah kata namun
lidahnya terlalu kelu melihat tatapan Earl
yang begitu mengerikan, tidak ada Earl yang
menatapnya lembut seperti kemarin, kini
yang Alle lihat adalah tatapan benci yang
semakin menjadi.
Kau mencintaiku?! lya kan?!" Sekali
lagi Earl berbisik dengan tatapan
mengerikannya, pria itu tertawa sinis,
sangat keras dan menatapnya nyalang.
"Bagaimana kau bisa mencintaiku,
b*****K? Karena itu kau mau menikah
denganku?! lya, Aile?! Menjijikan! Kau
sangat licik. Rasa cintamu padaku
benar-benar menggelikan. Dan tingkahmu
yang menerima ini dan berperan layaknya
korban, benar-benar menjijikan. Kau
menikmatinya. Kau memanfaatkan rasa
bersalahku yang mengikaimu dalam
pernikahan ini untuk memuaskan hasratmu
yang mencintaiku. Dan, sekarang, dengan
serakah kau menginginkanku juga
cintaku, hingga membuatmu mengatakan
semuanya tentangku dan Vale!! Aku
benar-benar membencimu, Allexa!!
Sekarang, keluar dari sini dan jangan
harap kita bisa bertemu lagi. Aku. Tidak.
Lagi. Ingin. Melihatmu. Dalam. Hidupku
Earl menatapnya tajam, melepaskan
kungkungannya pada Alle yang kini
menatapnya penuh luka.
"Aku... Aku tidak mengerti, kenapa kau bisa
berkata sejauh itu. Selama ini, aku selalu
menyimpan kesakitanku sendiri. Aku tidak
pernah menyuarakan rasa sakitku atau rasa
Cintaku padamu. Selama ini aku diam akan
semuanya, iya, aku mencintaimu, sejak
dulu, namun aku tidak pernah memintamu
untuk membalasnya. Bahkan saat kau
menceritakan semua hal tentang hubungan
terlarangmu dan Vale, aku menelan semua
rasa sakit itu seorang diri. Lalu, kau tiba-tiba
menghakimiku, menertawakan rasa
cintaku, di saat aku berjuang tertatih-tatih
menyembuhkan hatiku akan semua rasa
sakit karena mencintaiku, Earl.." Alle
menatapnya berlinang air mata, akhirnya
menyerukan semua rasa sakit yang selama
ini ia tahan.
"Baiklah. Setelah ini, kau tidak akan pernah
melihatku lagi, kita. ..tidak akan...pernah
bertemu...lagi" Alle tersenyum miris,
menghapus kasar air matanya, berlalu dari
hadapan Earl yang kini mematung dengan
segala pikirannya.
Wanita itu menatap testpack dalam
genggamannya, tersenyum miris dengan
hati hancur, namun setidaknya dia tidak
sendiri setelah ini, setidaknya dia telah
membawa sebagian dari diri Earl, yang
akan memberikannya harapan baru, sepahit
apapun dan seberat apapun dia mencoba
berjuang untuk hidupnya.
***
Wajah pucat itu kini semakin erat
menemani hari-harinya, tubuhnya yang
seharusnya semakin gemuk karena
kehamilannya kini justru menyusut drastis
karena sakit yang di deritanya. Wanita itu
menatap sayu pada pria paruh baya juga
saudara kembarnya yang menatapnya
penuh luka.
"Dad, aku. .. Aku... baik, jangan.
jangan... sedih. Alle berusaha menggapai
tangan Kern, tersenyum walau wajahnya
terlihat pucat. Kern sekali lagi menahan
tangisnya, duduk di samping ranjang9
dengan hati hancur dan menggenggam erat
tangan Alle yang begitu dingin, kehancuran
melihat bagaimana keadaan Alle kini,
sesaat berpikir, mungkinkah ini karna dari
semua kejahatannya dulu.
Anak Daddy adalah anak yang kuat, kan.
Saat Alle memutuskan berjuang untuk
anak Alle, maka Alle juga harus berjuang
untuk hidup Alle. Janji pada Daddy, tidak
boleh menyerah. Oke?" Kern menggenggam
tangannya erat, tidak lagi menyembunyikan
air matanya, dia mengusap lembut wajah
pucat Alle yang terlihat semakin tirus.
"Anak Daddy adalah anak yang kuat, kan.
Saat Alle memutuskan berjuang untuk
anak Alle, maka Alle juga harus berjuang
untuk hidup Alle. Janji pada Daddy, tidak
boleh menyerah. Oke?" Kern menggenggam
tangannya erat, tidak lagi menyembunyikan
air matanya, dia mengusap lembut wajah
pucat Ale yang terlihat semakin tirus.
"Ya... Daddy, Alle berjanji. Alle tersenyum,
berusaha menahan segala rasa sakit yan9
menyertainya. Hingga dobrakan pintu yang
kuat itu menyentak keduanya.
Alle menatap terkejut pada seorang pia
yang cukup lama tidak dilihatnya, semenjak
pria itu tidak lagi ingin melihatnya.
"Earl gumam Alle lirih, dengan berlinang
air mata, lalu meringis saat rasa sakit itu
kembali menghantamnya.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser