--> Skip to main content

Kelemahan Teknologi Pencegah Flash Crash dan Tantangan Regulator

namaguerizka.com 
What: Apa kelemahan teknologi pencegah Flash Crash?

Meski sistem seperti circuit breaker, limit up-limit down, dan algoritma pemantauan real-time berhasil mencegah gejolak ekstrem, teknologi ini tidak sempurna. Beberapa kelemahan utamanya:

  • Respons masih reaktif, bukan sepenuhnya preventif; sistem biasanya baru berhenti setelah pergerakan ekstrem terjadi.
  • Rentan terhadap manipulasi, karena pelaku High-Frequency Trading (HFT) yang canggih bisa menguji batas mekanisme.
  • Tidak selalu efektif lintas bursa, sebab pasar keuangan global saling terhubung dan satu bursa saja tidak cukup untuk menghentikan dampak sistemik.
  • Potensi false alarm, di mana perdagangan dihentikan tanpa alasan fundamental kuat, sehingga justru mengganggu likuiditas.
  • Kesenjangan teknologi antara bursa maju dan pasar berkembang, yang membuat proteksi tidak merata.

Who: Siapa yang menghadapi tantangan ini?

  • Regulator pasar modal seperti SEC, ESMA (Eropa), dan OJK (Indonesia) yang bertanggung jawab menjaga stabilitas pasar.
  • Bursa saham yang harus mengimplementasikan teknologi pencegahan sekaligus mempertahankan kecepatan eksekusi.
  • Investor ritel yang paling terdampak jika proteksi gagal bekerja atau jika pasar menjadi terlalu sering berhenti.
  • Pelaku HFT dan broker, yang kadang merasa mekanisme ini membatasi strategi perdagangan mereka.

Where: Di mana kelemahan ini terlihat?

  • Pasar global yang terintegrasi, seperti hubungan antara NYSE dan bursa Eropa/Asia, di mana gejolak di satu pasar bisa memicu reaksi berantai.
  • Pasar berkembang, termasuk Asia Tenggara, yang teknologinya belum secepat Wall Street tetapi mulai terpengaruh HFT.
  • Pusat data co-location, tempat algoritma super cepat beroperasi, yang masih sulit diawasi secara real-time meski ada filter risiko.

When: Kapan masalah ini muncul?

  • Setelah Flash Crash 2010, saat regulator mulai sadar bahwa proteksi harus bersifat global, bukan lokal.
  • Saat volatilitas pasar tinggi, misalnya selama pandemi COVID-19 atau krisis keuangan, ketika circuit breaker sering terpicu.
  • Ketika teknologi HFT berkembang lebih cepat daripada sistem pengawasan, sehingga proteksi sering ketinggalan langkah.

Why: Mengapa kelemahan ini berbahaya?

  • Stabilitas pasar masih rapuh, karena mekanisme yang ada belum menjamin pencegahan menyeluruh.
  • Risiko arbitrase regulasi, di mana pelaku HFT mencari celah di pasar yang teknologinya lebih lemah.
  • Potensi hilangnya kepercayaan investor, jika perlindungan tidak mampu mencegah kekacauan harga.
  • Ketimpangan akses teknologi, yang menguntungkan segelintir pihak dengan infrastruktur lebih maju.

How: Bagaimana regulator mencoba mengatasi tantangan ini?

  1. Koordinasi internasional
    • Membuat standar global agar bursa saling terhubung dalam mekanisme proteksi.
  2. Penggunaan AI dan Machine Learning
    • Memperkuat sistem deteksi dini untuk mengenali pola manipulasi lebih cepat daripada HFT.
  3. Peningkatan transparansi algoritma
    • Memaksa perusahaan HFT melaporkan parameter utama agar risiko bisa dikendalikan.
  4. Stress test berkala pada sistem bursa
    • Menguji apakah mekanisme pencegah Flash Crash mampu menahan lonjakan volume ekstrem.
  5. Revisi aturan limit up-limit down
    • Membuat rentang harga lebih fleksibel agar proteksi tidak terlalu sering memicu penghentian perdagangan.
  6. Pendidikan investor ritel
    • Memberi pemahaman bahwa perlindungan pasar bukan jaminan harga stabil, melainkan sekadar peredam gejolak sesaat.

Contoh nyata (5W+1H di lapangan)

What: Pada Maret 2020, circuit breaker di Wall Street terpicu empat kali dalam 10 hari.
Who: Regulator SEC dan NYSE menghadapi tekanan karena mekanisme proteksi terlalu sering aktif.
Where: Bursa saham AS, tetapi dampaknya terasa hingga bursa Asia dan Eropa.
When: Puncak ketidakpastian pasar global akibat COVID-19.
Why: Sistem proteksi bekerja, tapi sifatnya reaktif sehingga investor panik lebih dulu.
How: Regulator kemudian meninjau ulang parameter circuit breaker agar lebih adaptif.


Kesimpulan

Teknologi pencegah Flash Crash penting tetapi belum sempurna. Regulator dan bursa terus berpacu dengan kecepatan algoritma HFT yang berkembang jauh lebih cepat. Solusi global, pengawasan real-time berbasis AI, dan transparansi perdagangan menjadi kunci agar pasar tetap stabil tanpa mengorbankan inovasi.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser