--> Skip to main content

Kenali Average True Range dan Cara Membacanya

namaguerizka.com Average True Range atau ATR merupakan analisis indikator untuk mengukur tingkat volatilitas pasar. Indikator ini didapat dari rata-rata pergerakan dalam 14 hari sesuai dengan serangkaian indikator true range.

Pada awalnya, belum banyak yang menggunakan ATR sebagai indikator dalam dunia forex. Tapi seiring berjalannya waktu, indikator ini mulai digunakan oleh para trader forex. Indikator ini diciptakan oleh Welles Wilder melalui bukunya “New Concepts in Technical Trading System”.

Alasan jarangnya ATR digunakan sebagai indikator di pasar forex, karena indikator ini lebih sering digunakan untuk mengukur volatilitas pasar komoditas. Bahkan sejak dikenalkan pada tahun1978, indikator ini dibuat untuk tujuan analisis volatilitas.

Indikator ini mulai dikenal saat Richard Deniis dan orang-orang yang mengguakan sistem Turtle Trading menggunakannya sebagai alat pengambil keputusan. 

Sebelumnya, banyak trader yang malas menggunakan indikator ini karena kurang pengetahuan tentang cara membacanya.

Berikut cara membaca indikator ATR  dengan tepat:

Jangan kelompokkan ATR ke Oscillator

Salah satu kesalahan umum dalam menafsirkan pasar menggunakan indikator ATR adalah mengelompokkan ATR ke Oscillator. Padahal, Oscillator memiliki nilai yang fluktuatif dan tidak menentu di setiap waktunya.

Nilai indikator ATR juga cenderung naik turun dan pada kondisi abnormal nilainya akan kembali ke semula. Sehingga, cara membacanya harus berbeda dengan indikator Oscillator yang lebih cenderung digunakan ketika harga menjadi tidak jelas apakah naik atau turun.

Lihat pergerakan candle

Cara membaca indikator ATR yang kedua yaitu dengan melihat pergerakan candle. Semakin besar candle-candle terbentuk dalam suatu chart, otomatis nilai pada indikator ATR meningkat mengikuti ukuran candle. Begitupun sebaliknya jika candle yang terbentuk berukuran kecil.

Nilai dalam indikator ATR merupakan nilai dari rata-rata pergerakan candle. Rata-rata tersebut didapat dari jumlah candle dalam suatu periode tertentu. Nilai ATR juga dapat digunakan untuk menghitung jarak suatu harga akan menempati candle selanjutnya.

Itulah langkah mudah membaca indikator Average True Range. Biasanya pemula lebih rentan melakukan kesalahan sehingga diperlukan ketelitian untuk membaca indikator ini.

Artikel terkait:
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser