--> Skip to main content

Williams’ Percent Range, Perkara Teknis Jadi Praktis

namaguerizka.com Williams’ Percent Range merupakan salah satu indikator oscillator. Maka dari itu indikator ini punya karakteristik tampilan berwujud nilai range dalam rentang 0 sampai dengan 100. Komunitas trader gemar menyebutnya dengan singkatan WPR. 

Pengenalan Awal Indikator WPR

Manfaat mengukur WPR yaitu agar dapat diketahui seberapa kuat pergerakan harga pasangan mata uang. Secara umum indikator tersebut disetting ke periode 14. Artinya sebanyak 14 candlestick terakhir bakal diukur pergerakannya.

Dari 14 candlestick tersebut diketahui berapa harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan. Melalui 3 jenis data ini, WPR lalu diukur dengan rumus:

= (Harga Tertinggi - Harga Penutupan) / (Harga Tertinggi – Harga Terendah) * 100

Pertama, hitung dulu selisih harga tertinggi dengan harga penutupan. Kedua, beralih ke perhitungan selisih antara harga tertinggi dan terendah.

Lalu cari tahu berapa hasilnya jika hasil perhitungan pertama dibagi hasil perhitungan kedua. Akhirnya diketahui angka yang mewakili nilai indikator WPR. Agar ditemukan  nilai range sebagaimana wujud  indikator oscillator, cukup lakukan perkalian antara angka tadi dengan bilangan 100.
Bagaimana Memanfaatkan Indikator WPR

Kebanyakan orang – orang yang belum pernah mencoba trading forex sebatas tahu bahwa trader harus pandai membaca grafik. Oleh sebab itu, mengetahui keberadaan Williams’ Percent Range sudah menjadi nilai lebih ketika mereka pertama kali melakukan trading.

Yang dimaksud mengetahui keberadaannya tentu termasuk dari mana nilai indikator ini berasal dan bagaimana memanfaatkan informasi tersebut.
Dari penjabaran rumus sebelumnya anda sudah tahu asal-muasal nilai WPR. Anda pun tidak perlu susah payah menghitung, sebab interface platform trading sudah otomatis menampilkan nilainya.

Untuk menjelaskan bagaimana memanfaatkan Williams’ Percent Range kali ini kita cukupkan dengan intinya saja.

ApabilaWPR menunjukan nilai dari 20 hingga 0 itu berarti kondisi pembelian mata uang telah masuk fase jenuh dan akan cenderung berbalik arah. Di lain kondisi jika WPR ada di nilai 80 sampai 100, kondisi penjualan masuk fase jenuh, dan cenderung mengalami pertambahan.


Artikel terkait:
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser