--> Skip to main content

Apa Itu Arbitrage Trading dan Bagaimana Cara Kerjanya?

namaguerizka.com Di dunia keuangan modern, kecepatan dan informasi menjadi kunci untuk meraih keuntungan. Salah satu strategi yang sering digunakan trader dan investor profesional adalah arbitrage trading — sebuah teknik mencari selisih harga dari instrumen keuangan yang sama di dua atau lebih pasar berbeda. Strategi ini dianggap berisiko rendah jika dilakukan dengan benar, tetapi memerlukan pemahaman yang mendalam dan eksekusi yang cepat.

Artikel ini membahas arbitrage trading secara rinci dengan pendekatan 5W+1H agar lebih mudah dipahami.


1. What – Apa Itu Arbitrage Trading?

Arbitrage trading adalah strategi perdagangan yang memanfaatkan perbedaan harga aset atau instrumen keuangan yang sama di dua atau lebih pasar untuk memperoleh keuntungan tanpa risiko besar.

Misalnya, jika saham perusahaan A diperdagangkan seharga Rp10.000 di Bursa Efek Indonesia tetapi Rp10.200 di bursa luar negeri, seorang trader bisa membeli saham tersebut di Indonesia dan menjualnya di luar negeri untuk meraup selisih harga (Rp200 per lembar) — ini disebut risk-free profit (keuntungan tanpa risiko).

Jenis-jenis arbitrage trading yang umum digunakan:

  • Pure Arbitrage: Membeli aset di satu pasar dan menjualnya di pasar lain dalam waktu hampir bersamaan.
  • Statistical Arbitrage: Menggunakan model matematika dan algoritma untuk mencari peluang harga yang tidak wajar.
  • Triangular Arbitrage (di pasar forex): Memanfaatkan selisih kurs tiga pasangan mata uang.
  • Merger Arbitrage: Membeli saham perusahaan target akuisisi dan menjual saham perusahaan pengakuisisi berdasarkan harga kesepakatan.

2. Who – Siapa yang Menggunakan Arbitrage Trading?

Arbitrage trading umumnya dilakukan oleh:

  • Trader institusional atau hedge fund besar yang memiliki akses teknologi canggih dan modal besar.
  • Market maker atau broker besar yang bisa melakukan eksekusi cepat di berbagai pasar.
  • Bank investasi yang terhubung ke jaringan lintas bursa.
  • Trader profesional individu (jarang) yang memiliki akses ke platform multi-bursa berkecepatan tinggi.

Trader ritel biasanya sulit melakukan arbitrage murni karena kecepatan eksekusi dan biaya transaksi sering kali memakan keuntungan yang ada.


3. Where – Di Mana Arbitrage Trading Terjadi?

Arbitrage bisa terjadi di berbagai pasar keuangan:

  • Pasar saham: perbedaan harga saham yang tercatat di dua bursa berbeda (dual listing).
  • Pasar forex: selisih kurs mata uang antara broker atau platform trading.
  • Pasar kripto: harga aset digital seperti Bitcoin atau Ethereum berbeda antar exchange.
  • Pasar komoditas: perbedaan harga emas, minyak, atau bahan baku di bursa regional.
  • Pasar obligasi dan derivatif: memanfaatkan ketidakselarasan harga kontrak futures, options, atau swap.

Secara umum, arbitrage bisa terjadi di mana saja ada aset yang sama diperdagangkan di lebih dari satu pasar.


4. When – Kapan Arbitrage Trading Dilakukan?

Arbitrage dilakukan ketika ada selisih harga sementara yang belum terkoreksi pasar. Peluang arbitrase biasanya bersifat:

  • Sangat singkat (dalam hitungan detik atau menit) karena pasar modern cenderung efisien.
  • Sering muncul saat volatilitas tinggi — misalnya saat rilis berita ekonomi, pembukaan pasar, atau lonjakan permintaan dan penawaran mendadak.
  • Lebih umum di pasar baru (emerging market) atau pasar kripto yang belum sepenuhnya terintegrasi.

Semakin cepat trader bisa mendeteksi selisih harga, semakin besar peluang untuk mendapatkan keuntungan sebelum harga kembali seimbang.


5. Why – Mengapa Arbitrage Trading Dilakukan?

Alasan utama melakukan arbitrage trading adalah:

  1. Keuntungan dengan risiko minimal – jika dilakukan dengan benar, arbitrase bisa memberikan profit hampir tanpa risiko karena harga aset sama akan segera menyatu.
  2. Memperbaiki efisiensi pasar – aktivitas arbitrase membantu menyamakan harga aset yang sama di berbagai pasar.
  3. Tidak bergantung pada arah tren pasar – arbitrage trader tidak perlu menebak apakah harga naik atau turun, mereka hanya fokus pada ketidakseimbangan harga.

Namun, arbitrase tidak sepenuhnya bebas risiko. Trader tetap menghadapi risiko eksekusi lambat, biaya transaksi tinggi, atau perbedaan regulasi antar pasar.


6. How – Bagaimana Cara Kerja Arbitrage Trading?

Langkah umum arbitrage trading:

  1. Deteksi peluang harga
    Gunakan software atau sistem pemantauan harga di beberapa pasar secara real-time.
  2. Lakukan pembelian dan penjualan simultan
    Beli aset di pasar dengan harga lebih rendah dan jual di pasar dengan harga lebih tinggi dalam waktu hampir bersamaan.
  3. Perhitungkan biaya transaksi
    Pastikan selisih harga cukup besar untuk menutupi biaya komisi, pajak, dan biaya transfer aset.
  4. Gunakan teknologi berkecepatan tinggi
    Arbitrase biasanya memerlukan high-frequency trading (HFT) agar eksekusi tidak kalah cepat dengan kompetitor.
  5. Pantau regulasi pasar
    Beberapa bursa memiliki aturan berbeda yang dapat membatasi arbitrase lintas negara.

Contoh sederhana:

  • Bitcoin di Exchange A: $30.000
  • Bitcoin di Exchange B: $30.200
    Jika seorang trader membeli 1 BTC di Exchange A lalu langsung menjualnya di Exchange B, ia berpotensi mendapat keuntungan $200 (belum dipotong biaya transfer dan fee trading).

Kelebihan Arbitrage Trading

  • Potensi profit nyaris bebas risiko jika dilakukan dengan benar.
  • Tidak perlu memprediksi tren harga jangka panjang.
  • Membantu menstabilkan harga pasar secara alami.

Kekurangan Arbitrage Trading

  • Peluang arbitrase sangat singkat dan cepat menghilang.
  • Membutuhkan modal besar dan teknologi cepat untuk eksekusi instan.
  • Biaya transaksi dan spread harga bisa menggerus profit.
  • Tidak cocok untuk trader ritel biasa tanpa akses ke bursa global atau software premium.

Kesimpulan

Arbitrage trading adalah strategi mencari keuntungan dari perbedaan harga aset yang sama di dua atau lebih pasar berbeda.

  • What: Strategi membeli dan menjual aset secara simultan untuk meraih selisih harga.
  • Who: Umumnya dilakukan oleh institusi keuangan, hedge fund, atau trader profesional.
  • Where: Bisa di pasar saham, forex, kripto, komoditas, atau obligasi.
  • When: Saat ada perbedaan harga sementara, biasanya dalam waktu sangat singkat.
  • Why: Memberikan keuntungan dengan risiko rendah dan meningkatkan efisiensi pasar.
  • How: Dengan eksekusi cepat, teknologi canggih, dan perhitungan biaya yang matang.

Meski arbitrage terlihat sederhana di atas kertas, kenyataannya memerlukan kecepatan, modal besar, dan pemahaman mendalam tentang pasar untuk melakukannya dengan sukses.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser