--> Skip to main content

Indikator Williams Percent Range (2)

Indikator Williams Percent Range atau %R mampu memprediksi pembalikan arah harga satu atau dua bar sebelum pergerakan harga benar-benar berbalik arah.

Seperti telah dibahas pada bagian sebelumnya level %R antara 0 hingga -20 menunjukkan keadaan overbought atau sinyal sell sedang level antara -80 dan -100 menunjukkan keadaan oversold atau sinyal buy. Namun untuk entry  dianjurkan untuk menunggu momentum yang paling tepat. Pada umumnya indikator Williams %R digunakan untuk mengidentifikasi kedua keadaan ekstrem tersebut. Pada bagian ini akan dicontohkan penggunaan %R pada kondisi pasar yang sideways (ranging) dan kondisi trending.

Penerapan indikator %R pada pasar sideways (ranging)

Meski kebanyakan indikator oscillator sangat cocok untuk kondisi pasar sideways (seperti RSI, stochastic atau MACD), namun Larry Williams tidak merekomendasikan indikatornya digunakan untuk kondisi tersebut. Williams tidak memberikan alasan yang jelas, tetapi karena kondisi pasar sering sideways, trader tetap menggunakannya. Berikut contoh pada EUR/USD 1-hour:

Tunggu hingga garis %R memasuki area overbought atau oversold dan keluar lagi sebelum membuka posisi trading. Ini dilakukan untuk memperoleh konfirmasi momentum yang tepat. Tanda lingkaran merah menunjukkan garis %R telah memotong diatas level -20, dan segera setelah memotong balik dibawah level tersebut, buka posisi sell pada harga open bar candlestick berikutnya. Ketika garis %R mencapai area oversold dan memotong balik diatas level -80, maka saatnya untuk exit.

Tanda lingkaran biru menunjukkan garis %R telah memotong dibawah level -80, dan segera setelah memotong balik diatas level tersebut, buka posisi buy pada harga open bar berikutnya. Exit ketika garis %R mencapai area overbought dan memotong balik dibawah level -20.

Cara lain untuk entry pada kondisi pasar sideways adalah dengan menggunakan stop order. Ketika garis %R memotong level -20, pasang order Sell Stop pada level terendah bar sebelumnya sehingga ketika garis %R memotong balik dibawah level tersebut order sell sudah tereksekusi. Demikian juga untuk keadaan sebaliknya, bisa memasang order Buy Stop pada level tertinggi bar sebelumnya. Berikut contoh yang dimaksud:

Penerapan indikator %R pada pasar trending

Williams merekomendasikan indikator ini digunakan pada kondisi trending, makin kuat trend makin baik. Kondisi trending terjadi bila level high sekarang lebih tinggi dari high sebelumnya, juga level low sekarang lebih tinggi dari low sebelumnya. Untuk kondisi uptrend seperti contoh berikut, entry buy pada saat garis %R memotong diatas level -20 (memasuki area overbought) dan exit ketika garis %R memotong dibawah level -20 (memasuki area netral). Sebaliknya untuk kondisi downtrend.

Untuk lebih akurat, bisa dikonfirmasi dengan formasi bar candlestick atau setup price action.

Sumber: www.seputarforex.com

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Advertiser